Jumat, 18 November 2011

championsheep

kata orang bijak, menulis itu seperti orang naik motor. semakin sering dilakukan, akan semakin lancar. dan sebaliknya, kalo jarang dilakukan, ya bakalan kagok jadinya. ga lancar.

saya setuju sekali dengan perkataan orang bijak itu. pemikiran orang bijak itu sangat sesuai dengan pemikiran saya. sempat terlintas di benak, jangan-jangan saya telah menjadi orang bijak dan perlu untuk mulai rajin mendokumentasikan kata-kata untuk disebarkan kepada orang banyak dengan label kata-kata orang bijak.

kembali lagi ke awal, saya setuju sekali dengan perkataan orang bijak itu. rasa-rasanya saya mengalaminya sendiri. tercatat, boleh dibilang terakhir kali menulis saya lakukan sekitar tiga atau empat minggu yang lalu. dan ketika harus menulis tulisan ini sebagai pemenuhan janji ke anas, rasanya agak-agak kagok gimana gitu.

sebenarnya, aktivitas menulis ini aktivitas yang sangat saya sukai. gimana ga suka, lha wong secara psikologis, saya itu tipe-tipe pria sms kok, bukan tipe pria telepon. jadinya ya emang lebih suka nulis daripada ngomong. cuman sayangnya, semakin ke sini rasanya waktu luang untuk menulis kok jadi semakin mewah. jadilah, jarang nulis akhirnya. harapannya sih, setelah tulisan ini hukum kelembaman bakal berlaku.

masih ingat hukum kelembaman?
hukum kemalasan itu lho. gampangnya sih bahwa suatu benda akan berusaha untuk mempertahankan keadaan asalnya. ya kayak orang malas gitu. kalo lagi nonton tivi disuruh mandi, bakalan berusaha mempertahankan keadaan nonton tivinya itu. sehingga tentu setelah memahami hukum ini, akan cukup menjelaskan mengapa pindah ke kota untuk mulai kuliah itu rasanya tidak enak, mengapa putus cinta itu rasanya tidak enak, dan mengapa untuk memutuskan untuk menikah itu terasa berat.

udah pada lupa?
ya, kalo yang lupa berarti paragraf di atas itu buat mengingatkan kembali. emang udah lama sih pelajaran itu. seingat saya, itu pelajaran fisika jaman smp. jadi wajar kalo ada yang udah lupa.
ada yang ingat tapi beda? mungkin ga persis sama, tapi kurang lebih seperti yang di atas itu kali ya.

dan rasa-rasanya tidak harus jadi anak smp yang pinter atau rajin atau memenuhi syarat-syarat khusus lainnya untuk bisa mengingat substansi hukum kelembaman ini. beda dengan hewan-hewan seperti kambing, domba, sapi atau kerbau yang akan dijadikan hewan kurban. hewan-hewan ini musti memenuhi syarat-syarat khusus untuk bisa dijadikan hewan kurban. mereka harus telah memenuhi umur tertentu dan tidak cacat untuk dapat dijadikan hewan kurban.

kalo tidak salah, batasan umur minimal ini untuk unta adalah lima tahun, sapi dua tahun, kambing satu tahun dan domba setengah tahun. sedangkan cacat yang dimaksud itu seperti buta, sakit, pincang, dan sangat kurus.

***

weleh...
kurbannya udah lewat kok masih ngomongin kurban?
ya biarin lah, buat nambah-nambah pengetahuan. biar kita tahu, syarat-syarat untuk jadi domba yang dipilih buat kurban. kan tidak semua domba boleh dibuat kurban. hanya domba-domba juara saja yang boleh.

***

dan alhamdulillah, tepat sepekan sebelum hari raya kurban tahun ini, lahir seorang bayi yang akhirnya diberi nama athaya zahratus silmi. putri saya yang pertama. lahir hari ahad, tanggal 30 oktober 2011 pukul 08.40 di rs yarsis solo. lahir dengan berat 3,3 kg dan panjang 49 cm. bertepatan dengan hari keuangan, tapi bukan dipaksa lahir karena putri saya itu lahir melalui persalinan normal.

mengenai namanya, saya rasa itu nama yang indah sekali. sounds good. dan artinya juga bagus. hadiah yang menjadi bunga dalam agama islam. kalo dieja dengan ejaan arab, athaya dituliskan dengan huruf ain, tha, dan ya. huruf ain yang kalo di kampungnya istri saya jadi (ng)ain. :p

sekali lagi, itu nama yang indah sekali. tetapi saya sarankan untuk jangan berprasangka terlalu baik dengan mengira saya yang telah menyusun nama tersebut. ceritanya, ahad malam setelah lahirnya putri saya itu, seorang teman lama saya di jaman sma yang memerankan tokoh teman yang tumbuh lebih cepat dalam hal apresiasi novel di postingan pernikahan kcb di sini, datang berkunjung. selayaknya orang yang sudah menikah yang menjenguk orang yang baru lahiran, teman saya inipun datang bersama istrinya.

ngobrollah panjang lebar saya dengan beliau, sementara di tempat terpisah ngobrol pula istri saya dengan istri beliau. setelah beberapa lama ngobrol panjang lebar kemudian beliau berdua pulang. cerita tidak berhenti di sini. beberapa waktu kemudian, istri saya cerita kalo istri teman saya itu ternyata mahasiswi lipia. yang tentunya jago bahasa arab. sehingga ternyata, salah satu tema obrolan adalah konsultasi istri saya tentang grammar nama anak yang udah kami siapkan. dan ternyata, salah saudara-saudara. hwaduh...

padahal udah lahir, namanya udah disiapin jauh-jauh hari. eh ternyata secara bahasa ga bagus. kan kasihan anaknya juga kalo seumur hidup menyandang nama yang ternyata ga bagus secara bahasa karena kekurangfahaman orang tuanya. walhasil, selasa malamnya saya minta alternatif nama-nama bayi perempuan yang bagus secara bahasa, arti dan tetep sounds good.

alhamdulillah, dapat empat atau lima alternatif nama yang semuanya bagus-bagus. tapi tentunya tidak mungkin kesemua alternatif itu dirangkai dijadikan satu nama. kami harus memilih satu nama saja. akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan athaya zahratus silmi sebagai nama anak pertama kami.

sepenuhnya berbeda dengan nama yang telah kami sepakati sebelumnya. dan sepenuhnya juga berbeda dengan alternatif-alternatif nama yang sempat terpikir oleh saya, tapi tidak tersepakati oleh kami berdua. ada banyak lho yang masuk kategori ini. salah satunya, lela. nama yang sempat terpikir untuk saya berikan terinspirasi warung pecel lele lela di dekat terminal rawamangun.

iya soalnya kalo di pecel lele lela itu, yang ulang tahun makan gratis, ama yang namanya lela gratis makan seumur hidup.







19 komentar:

  1. Barakallah ya, pak.

    Artinya apa, pak?

    BalasHapus
  2. aamiin....makasih ute.

    arti namanya ya?
    artinya itu hadiah yang menjadi bunga dalam agama islam.
    :)
    *tersenyum bijak

    BalasHapus
  3. barakallahu pak...nama yg indah, kl nama berbau arab memang kudu nanya jg ke ahlinya ya, takute salah grammar n artine malah ga bagus.
    btw ttg nulis, emang sih, kl ga dipaksain jd jarang nulisnya n makin kagok aja jdnya

    BalasHapus
  4. nama yg bagus semoga kelak menjadi anak yg sholihah.

    BalasHapus
  5. iya mbak, soale kan dipake seumur hidup. kasihan anaknya kalo ternyata namanya salah grammar.
    btw, kak azzam udah pernah dinongolin di mp belum sih?

    BalasHapus
  6. Namanya Bagus banget..panggillannya apa nih? Ga dipanggil lela khann? :p biar bisa makan gratis....

    BalasHapus
  7. panggilannya silmi ammah...
    bukan lela kok ammah zarah sa"lela"wati.
    :p

    BalasHapus
  8. ah pokoknya si silmi bakalan dipanggil alina deh, ntar minta ksepakatan ma tmn2 nac lainnya :P ya Allah jiyan ngekek tenan babagan lela, tiwasane wis melu ruwet ben mudeng kelembaman, ealah pokoke top markotop deh gaya post aliisme ni

    BalasHapus
  9. wuih...teteup aja nih, para pencetus alina masih kekeuh ama alina-nya.
    sing nama lela kuwi boleh dipake kok nas. sopo ngerti mbesok anakmu cewek.

    BalasHapus
  10. anakku? hadeeeuh, emang mau sebeken bapake po? wekekeke... q judul tulisane terinspirasi saka shaun the sheep ya jgn2...

    BalasHapus
  11. anakku? hadeeeuh, emang mau sebeken bapake po? wekekeke... q judul tulisane terinspirasi saka shaun the sheep ya jgn2...

    BalasHapus
  12. wuih, kok ngerti?
    soale emang saiki kan lagi ngetren shaun the sheep. itung2 meramaikan lah. boneka-ne iku lho akeh dipajang neng pinggir-pinggir dalan.

    BalasHapus
  13. Barakallah... Selamat menjadi ayah... that's great. isn't it?

    BalasHapus
  14. aamiin...
    makasih mbak. absolutely, it's great.

    BalasHapus
  15. ongkos kirim dari painan ditanggung yooooooo

    BalasHapus