Sabtu, 26 Agustus 2017

gamping

meskipun salah satu suku kata pembentuknya berhomofon dengan nama warna, tentu saja gamping tidak berwarna merah muda. putih dia. dulu, atau mungkin lebih tepatnya dulu sekali, setiap bulan agustus seperti ini, gamping menjadi material penting bagi kami. benar, dia akan dijadikan sebagai pewarna pagar. pagar rumah-rumah, pagar-pagar sederhana dari rumah-rumah sederhana.

mewarnai pagar dengan cat betulan itu suatu hal yang mahal. gamping menjadi pilihan yang murah. sebagai bonus, kita akan disuguhi pertunjukan menarik ketika gamping-gamping yang masih dalam bentuk bongkahan diguyur dengan air. sedikit meledak.

itu dulu. sekarang, cat betulan sepertinya sudah terasa murah bagi orang-orang. alhamdulillah, masyarakat indonesia makin makmur.
dulu juga gamping menjadi campuran pasir dan semen untuk membuat adonan bahan bangunan. sekarang, gamping menghilang dari adonan, hanya pasir dan semen saja.

tapi mungkin gamping belum sepenuhnya hilang. pernah suatu ketika belum lama ini saya melihatnya. atau sepertinya melihatnya. ketika sedang mengendarai sepeda motor di belakang sebuah truk. truk agak besar yang tertutup terpal biru.

mengendarai sepeda motor di belakang truk seperti itu bukanlah sesuatu yang nyaman. asap truk yang tebal membuat kita bau asap.

untunglah terpal biru yang menutup bak truk memberikan kelegaan. terpal yang sudah agak koyak itu sedikit berlumur warna putih. tampak ada remah-remah gamping di situ. berarti truk itu memuat gamping, bukan tanah. coba kalau memuat tanah dan kita berkendara di belakangnya. selain bau asap bisa jadi kita juga akan bau tanah.