Sabtu, 31 Juli 2010

mau dibawa ke mana?

sekarang ini malam, dan sudah cukup larut sebenarnya. sedang berlangsung grand final indonesian idol di central park. dekat kantor lama saya di daerah grogol. tampil di grand final, igo ama citra. saya dukung citra saja lah. karena agak ngejazz-ngejazz gimana gitu.walaupun kalo dilihat lama-lama mirip cut tari, tapi gpp lah. yang penting kan suaranya bagus. dan punya karakter. seperti paolo maldini, bek milan jaman dulu, punya karakter.

oh iya, tentang cut tari, yang dulu-dulu didesak untuk mengaku tentang rekaman video itu dan akhirnya memang mengaku, saya punya sedikit catatan. seingat saya (semoga saya tidak salah, mohon dikoreksi kalo salah), dalam salah satu riwayat, ada seorang wanita yang menghadap kepada rasulullah. dia mengaku telah berzina. tapi rasulullah tampak agak enggan menerima pengakuan wanita itu. apakah riwayat ini suatu pertanda bahwa tidak seharusnya kita mendesak seseorang untuk mengaku berzina? seperti yang selama ini ramai dilakukan orang-orang kepada cut tari dkk.

kembali ke citra, yang menurut saya mirip cut tari itu. dari beberapa penampilannya yang udah diunggah ke internet membawakan lagu-lagu dari penyanyi lain, saya merasa bahwa citra mampu membawakan lagu-lagu itu lebih baik daripada ketika dibawakan penyanyi aslinya. lihat saja waktu nyanyi "mau dibawa ke mana"-nya armada atau waktu nyanyi "yank"-nya wali. bagus banget.

apalagi ketika nyanyi yang lagunya wali itu make intro keren yang kalo dari suaranya sih seperti gitar akustik. ga yakin apa itu gitar akustik atau bukan, soalnya suara yang seperti itu katanya bisa juga dihasilkan dari alat musik yang dipencet kayak keyboard gitu. seperti suara yang ada di lagu "unbreak my heart"-nya toni braxton.

memang, tayangan indonesian idol yang di tivi hanya saya lihat sekilas-sekilas. lebih banyak mengandalkan internet untuk mengikutinya. di internet udah ada kok. udah ada yang berbaik hati merekam dan mengunggahnya. yah, ga cuma keong racun aja yang diunggah di internet.

***
hari semakin malam di tanggal 19 sya'ban ini. 19 sya'ban berarti ramadhan bakalan datang kurang dari dua pekan lagi. hafal kalender hijriyah? tidak juga. saya hanya lihat di sini. ada kalender hijriyahnya. ga perlu ngapalin. ^__^ \ /

kalo di kudus, sekitar dua pekan menjelang ramadhan gini pasti ramai oleh dandangan. semacam pasar malam gitu. pasar siang malam lebih tepatnya, karena buka siang sampe malam, ga hanya malam saja. isinya ya orang-orang pada jualan gitu. di sepanjang jalan utama di kudus. rame banget. macem-macem jualannya. dari mainan anak-anak, makanan, baju-baju, barang-barang kerajinan, sampe ada pula hiburan khas rakyat seperti komidi putar.

sejarahnya, dandangan ini merupakan suatu tradisi menyambut ramadhan di kota kudus. jadi, sehari sebelum ramadhan, waktu asar, para santri dari berbagai bagian di kudus, dateng ke menara kudus, untuk mendengarkan pengumuman dari sunan kudus terkait dimulainya bulan ramadhan. santri yang dateng banyak banget, rame gitu. setelah diumumkan, ditabuhlah beduk, yang berbunyi "dang-dang." jadilah tradisi menyambut ramadhan ini disebut dandangan.

ada juga yang menyatakan kalo dandangan ini berasal dari "ndang-ndang" (bahasa jawa yang artinya: bergegaslah). bergegas menyiapkan sahur untuk puasa besok maksudnya.

yang lain, ada juga yang menyatakan kalo dandangan berasal dari kata "ngadang" (bahasa jawa yang artinya: menghadang). ini karena saat menyambut ramadhan ini, gadis-gadis dari kawasan kudus kulon (daerah sekitar menara, langgardalem dan sekitarnya) yang biasanya dipingit, pada keluar rumah. konon kabarnya, gadis-gadis dari kawasan langgardalem dan sekitarnya itu mempunyai paras yang cantik-cantik. :p

jadilah, pada waktu keramaian menyambut ramadhan ini, ada kesempatan untuk menghadang (dalam artian untuk bisa melihat, bukan dalam artian negatif) bunga-bunga dari kawasan langgardalem itu.

***
kalo sekarang dandangan sih emang lebih dominan jual belinya itu. bukan kegiatan menyambut ramadhannya. bahkan, sampai malam tarawih pertama pun masih pada sibuk bertransaksi. biasanya baru pada bubar pagi hari puasa pertama.

rasa-rasanya pemerintah daerah perlu memperdini penutupan acara ini. sore hari terakhir sya'ban gitu. agar waktu tarawih pertama, udah ga ada lagi kegiatan di dandangan. orang-orang, yang jual maupun yang beli, udah bisa tarawih dengan tenang.

tapi, ya ga tau lah, itu wewenang pemerintah daerah. terserah para pembuat keputusan itu, mau dibawa ke mana nantinya.